" Danyon Di Ikat Di Tiang Listrik "
PILARGLOBALNEWS,--Salah satu batalyon TNI Angkatan Darat (AD). Di mana salah seorang komandan batalyon (Danyon) dengan seenaknya menjual Perlengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap) milik para prajuritnya. Kaporlap prajurit biasanya berupa helm, sepatu, seragam PDL dan PDH, kaos PDL, topi pet PDH dan PDL, kaos kaki PDL dan sebagainya.
Para prajurit yang mengetahui tindakan sewenang-wenang komandannya tersebut pun mengamuk. Sang komandan tak luput menjadi sasaran kemarahan anak buahnya yang langsung menangkapnya. Beruntung, nyawa komandan tersebut selamat setelah perwira tinggi (Pati) TNI turun tangan menyelesaikannya.
Pada saat saya berdinas sebagai wakil komandan batalyon terjadilah suatu peristiwa di pasukan tetangga saya, bahwa komandan batalyon tersebut diikat oleh anak buahnya/ditangkap oleh anak buahnya. Diikat di tiang listrik,” tutur Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melalui buku biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto” Minggu (13/2/2022).
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, kata Prabowo, pimpinan divisi sampai harus turun tangan. ”Konon kabarnya, terkuak bahwa ia telah menjual Kaporlap yang untuk prajurit.
Hal ini diketahui anak buah, sehingga anak buah marah dan akhirnya dia ditangkap dan diikat di tiang listrik. Pimpinan divisi sampai harus datang untuk mengatasi gejolak tersebut,” ujarnya.
Tidak hanya pemimpin yang menjual kaporlap, Prabowo juga menceritakan tindakan pemimpin yang tidak benar. Salah satunya, mengorupsi uang makan anak buahnya sendiri. Hal itu pernah terjadi di salah satu pasukan elite TNI.
Sebuah kesatuan elite protes karena makannya tidak baik. Cara protesnya adalah mereka membariskan rantang-rantang yang dikenal sebagai rantang maxim. Dibariskan sekian ratus rantang tersebut di depan piket Kesatriat sehingga waktu komandan masuk di jajarkan di depan piket. Ini bentuk rasa tidak puas prajurit, makan mereka di korupsi,” ucapnya.
Prabowo mengakui, penyelewengan yang sering ditemukan adalah hal-hal semacam ini. Menantu dari Presiden ke 2 RI Soeharto menyebut, korupsi yang paling banyak di pasukan adalah mengorupsi, mencuri uang uang makan anak buah sendiri. Tak ingin hal itu terjadi pada anak buahnya, putra dari begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo ini banyak belajar dari Letnan Jenderal TNI (Purn) Himawan Soetanto. Bagi Prabowo, sosok Himawan Soetanto merupakan contoh pemimpin yang baik dan dekat dengan anak buah.(wagundikutipdarisindonews)
Tidak ada komentar