3.744 Rumah, Empat Sekolah, Dan 17 Rumah Ibadah Terendam Banjir
PILARGLOBALNEWS,-- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Provinsi Jawa Barat Supriyatno mengatakan, curah hujan yang tinggi selama tiga
hari beruntun menjadi salah satu faktor penyebab banjir di lima kecamatan di
Kabupaten Bandung.

Berdasarkan data BPBD Jabar, 3.744 rumah, empat sekolah, dan
17 rumah ibadah, terendam. Sebanyak 77 KK atau 225 jiwa mengungsi, dan 5.640 KK
atau 18.636 jiwa terdampak banjir.
Menurut Supriyatno, BPBD berkoordinasi dengan semua
stakeholders untuk bahu-membahu dalam penanganan bencana banjir kali ini. Mulai
dari komunitas kebencanaan dan kemanusiaan, media, sampai pihak swasta.
"Penanganan kebencanaan ini urusan bersama. Saya
berharap kepada semua stakeholders terutama relawan, media, ada dari
pemerintah, dan swasta sudah harmoni dan bersinergi. Mudah-mudahan bencana
tidak berulang dan tidak ada lagi," ucapnya.
Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar bersama BPBD Jabar
dan Dinas Sumber Daya Air (DSDA) memberikan sejumlah bantuan logistik untuk
penanganan banjir dan pengungsi.
"Pak Gubernur (Ridwan Kamil) tidak bisa hadir dan
memerintahkan kepada saya untuk mewakilkan memberikan langsung kepada warga.
Ada beberapa bantuan yang untuk bisa memenuhi kebutuhan warga yang
terdampak," kata Supriyatno.
Supriyatno melaporkan, kehadiran Terowongan Nanjung dapat
membuat genangan air cepat surut. Namun, kata dia, arus sungai Citarum di
Kabupten Bandung menuju terowongan tersebut sedikit tersendat karena endapan
lumpur.
"Kementerian PUPR, khususnya BBWS Citarum, untuk
memperhatikan sedimentasi yang ada di alur Baleendah dan Curug Jompong. Karena
air dari Kertasari yang masuk ke sungai Citarum itu membawa lumpur, sehingga
mempercepat perdangkalan di jalur," ucapnya.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Pemda Provinsi Jabar
dan Pemerintah Pusat akan membangun sejumlah infrastruktur pengendali banjir.
Salah satunya adalah Flood Way Cisangkuy.
"Dayeuhkolot salah satu pengendali banjirnya sodetan
Cisangkuy yang pengerjaannya sudah 50 persen, harusnya air di Dayeuhkolot bisa
dibelokkan sampai 90 persen ke (sodetan/flood way) Cisangkuy," kata Emil
--sapaan Ridwan Kamil.
"Nanjung juga sudah berjalan dua duanya terowongan
sudah bisa dibuka, pompa-pompa disiagakan, mudah-mudahan kalau sodetan
Cisangkuy nanti potensi banjir seperti hari ini bisa dikurangi,"
tambahnya.
Tidak ada komentar